Saturday, November 27Our guide, your story - Yogyakarta
Shadow

Tag: Art & Culture

TARI BEDHAYA DAN SRIMPI SEBAGAI WARISAN TRADISI YOGYAKARTA

TARI BEDHAYA DAN SRIMPI SEBAGAI WARISAN TRADISI YOGYAKARTA

Art & Culture
Berasal dari dalam tembok Kraton, Tari Bedhaya dan Srimpi merupakan representasi legitimasi kekuasaan raja yang bertahta. Dalam sejarahnya, tarian ini menjadi karya besar dari Sultan Agung (1631 – 1645) bersama tokoh mitologi Kanjeng Ratu Kidul, bernama Bedhaya Semang. Dengan dipertunjukkan oleh 11 orang wanita di istana antara tahun 1648 – 1654 pada masa Mataram Baru. Sehingga, tarian ini menjadi Beksan Pusaka (tarian pusaka) karena keberadaannya jauh sebelum munculnya Perjanjian Giyanti. Paska Perjanjian Giyanti, Kraton Yogyakarta mewarisi Bedhaya Semang sedangkan Kraton Surakarta meneruskan Bedhaya Ketawang. Berikutnya, para raja Yogyakarta selalu menciptakan dan mengembangkan tari klasik. Seperti, Sultan Hamengku Buwono I menciptakan Beksan Lawung dan Srimpi Pramugari, Sultan Ha...
MELESTARIKAN DAN MEMASYARAKATKAN KERONCONG

MELESTARIKAN DAN MEMASYARAKATKAN KERONCONG

Art & Culture
Keroncong merupakan jenis musik yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Akar keroncong berasal dari sejenis musik yang berasal dari Portugis, yakni Fado. Jenis musik ini diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga sejak abad ke - 16. Dalam perkembangannya, di dalam musik keroncong masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti seruling dan gamelan. Pada abad ke - 19, jenis musik campuran ini telah populer hingga ke Semenanjung Malaya. Masa kejayaannya berlanjut hingga tahun 1960-an hingga meredup tergantikan dengan musik barat. Di Yogyakarta sendiri, keroncong kini masih menjadi musik yang dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan. Terutama di Kotagede yang menjadi salah satu tempat yang nyaman bagi musik keroncong bertumbuh kembang. Di wilayah ini, banyak berm...