Sunday, April 18Our guide, your story - Yogyakarta
Shadow

KUSTOMFEST 2020, Perayaan Kustom Kulture Indonesia Tetap Dilaksanakan.

Otomotif tidak selalu berhubungan dengan transportasi. Berbicara tentang Otomotif dapat berkaitan dengan budaya, seni, karya, juga hobby. Ekspresi diri dapat dituangkan pada kendaraan kita menjadi seni yang indah, seperti budaya kustom. Kustom juga dapat menjadi sebuah karya yang perlu diapresiasikan, seperti melalui sebuah pameran dan penghargaan. Selain itu Kustom dapat berawal dari sebuah hobby menciptakan sebuah kendaraan yang memiliki ciri khas dan karakter yang sesuai dengan pengendaranya. KUSTOMFEST menjadi wujud ruang atas proses membentuk karakter kustom culture di Indonesia.

KUSTOMFEST bukan hanya sebuah event biasa, ini adalah wujud pemikiran, jatidiri dan sikap yang diwariskan pada generasi mendatang di Indonesia. KUSTOMFEST 2020 #UNRESTRICTED telah digelar di Jogja National Museum, Yogyakarta. Dalam event kali ini, terdapat lebih dari 150 karya yang dihadirkan dalam konsep galeri seni/museum. Para peserta eksebisi yang telah melalui proses kurasi tampil dalam ruang pamer dengan sentuhan artistic. KUSTOMFEST 2020 menjadi sebuah pengalaman bagi pengunjung untuk melihat penampilan karya builder terbaik Indonesia yang dihadirkan secara khusus, bekerja sama dengan HPM (Heri Pemad Manajemen).

Berbagai konten kolaborasi linas komunitas digelar selama tujuh belas hari eksebisi KUSTOMFEST 2020, antara lain Jogja Volkswagen Festival – VCY, Jogja Holden Day – Holden Jogja, Soloboration – BURNOUT, Vespa Paradise – Speed Scooter Syndicate, Craft, Chooper, dan masih banyak lagi.

Demi mencegah adanya persebaran virus Covid-19, event ini digelar dengan protokol kesehatan yang ketat dimana pengunjung diwajibkan mematuhi syarat dan ketentuan kunjungan. Pengunjung dan penyelenggara wajib memperhatikan aspek CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability. Selain itu untuk mengurangi adanya kerumunan, sesi kunjungan dibagi dalam empat waktu, dengan satu sesi kunjungan dibatasi maksimal 60 orang.