Thursday, September 23Our guide, your story - Yogyakarta
Shadow

ARTJOG: Arts in Common – Time (to) Wonder, Waktu Akan Abadi Sepanjang Peradaban

Festival seni rupa tahunan terbesar di Indonesia ARTJOG kembali hadir, Jogja Nasional Museum (JNM) kembali menjadi tempat terselenggaranya acara ini. Acara ini berlangsung selama dua bulan, yaitu pada bulan Juli hingga Agustus 2021. Setelah tahun lalu ARTJOG Resilience mendapat response yang baik dari kurator maupun pengunjung dan penikmat seni. Kini ARTJOG berupaya kembali ke skema kuratorial yang telah dicanangkan sejak 2018. Meneruskan edisi dari trilogy pameran arts in common, Festival edisi tahun ini dibingkai dengan tajuk Time (to) Wonder. Mengangkat ihwal ‘waktu’ sebagai konsep kunci, pameran ini menampilkan karya mutakhir dari 41 seniman, baik perorangan maupun kelompok. Semua seniman tinggal dan bekerja di Indonesia.

Dari ARTJOG Tahun lalu telah membuat gagasan tentang resiliensi, sebagai penyuntik semangat kita semua untuk dapat bertahan, bahkan bangkit di kala krisis. Di tahun ini menjadi momen yang sangat menantang agar merecanakan segala sesuatu dengan lebih rinci, karena adanya perubahan kebijakan yang tidak menentu dari pemerintah di masa pandemic ini. ARTJOG akan tetap hadir untuk masyarakat, meskipun diselenggarakan di tengah berbagai keterbatasan.

Dalam tajuk kali ini, dijelaskan ihwal ‘waktu’ adalah pokok soal yang abadi sepanjang peradaban. Ungkapan yang sering terdengar bahwa ‘waktu tak mungkin berulang’, ‘waktu adalah uang’, dan sebagainya menunjukan betapa pentingnya waktu dalam hidup manusia. Waktu juga dapat berupa entitas matematis yang terhitung dalam satuan, seperti detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, dan seterusnya. Time (to) Wonder adalah undangan kepada para seniman untuk memaknai kembali ihwal waktu melalui karya dan pemikiran mereka. Dalam praktik seni rupa dapat mempersoalkan ‘waktu’ dalam keluasan spectrum pengertian yang tak terjangkau oleh bidang kajian lain seperti sains.

ARTJOG Time (to) Wonder diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno. ARTJOG kali ini juga diiringi oleh program-program edukasi seperti program Young Artist Award, Exhibition Tour dan Meet the Artist. Selain itu masih ada program Expanded ARTJOG, pertunjukan, ARTCARE, dan Jogja Art Weeks. ARTJOG memiliki peran sebagai wadah pemikiran, dan salah satu cara untuk bangkit dari kondisi pandemic. Karya-karya yang dipresentasikan di ruang pamer hadir sebagai pernyataan seniman mengenai ketangguhan dan kreativitas mereka. Segala hal yang sudah dilakukan seniman, harapannya dapat sepenuhnya dilihat, dinikmati, dan diapresiasi sehingga pesan yang ingin disampaikan seniman juga dapat diterima oleh public secara utuh.