TAMAN FLOATING EYES OLEH WEDHAR RIYADI

TAMAN FLOATING EYES OLEH WEDHAR RIYADI 1

Era digital memberikan pengaruh dalam setiap perubahan, salah satunya memunculkan masyarakat yang terbuka dan memiliki kebebasan dalam berpartisipasi di ruang publik. Individu modern kini lebih mudah menjalin hubungan, pertemanan, berjejaring hingga mengetahui aktivitas orang lain di seluruh dunia. Namun seiring dengan perkembangan kecanggihan teknologi, interaksi dalam bentuk tatap muka semakin berkurang. Fenomena ini mengilhami Commision Artist dari ajang pameran seni tahunan Yogyakarta, Art Jog ke – 10, Wedhar Riyadi membuat karya dengan judul Floating Eyes yang hadir sebagai tampilan halaman muka gedung pameran.

“Sebagai respon atas kemajuan teknologi dan era keterbukaan yang berpengaruh dengan cara orang berpendapat di ruang publik. Tetapi juga semacam ada “pengawasan” karena kita membagikan apapun ke ranah dunia maya, mulai dari data pribadi hingga lokasi atau tempat kita secara akurat. Kita dapat melihat kegiatan orang lain melalui layar telepon pintar kita. Namun di sisi lain terdapat hal yg berkurang yakni interaksi sosial dan pertemuan langsung,” jelas Wedhar.

float eyes 1

Pandangannya terhadap kemajuan teknologi ini, ia respon dalam karya Floating Eyes yang menjadi wajah depan Art Jog ke – 10 dengan tema Changing Perspective. Idenya membuat halaman Jogja National Museum atau lokasi Art Jog menjadi ruang publik seperti taman atau playground yang dapat diakses oleh pengunjung.

“Saya membuat karya di ruang publik dalam wujud taman atau playground. Di tempat ini orang dapat bertemu dan ngbrol, bermain dan melakukan performance. Ada proses tatap mata dan interaksi langsung yang dapat terjadi di tempat ini, itu yang lebih penting,” lanjut Wedhar. Terbuat dari resin atau fiber glass, karya

Floating Eyes ini dikerjakan selama 5 bulan, mulai dari pengumpulan ide hingga eksekusi. Instalasi Floating Eyes ini diwujudkan ke dalam sebuah taman atau playground yang dilengkapi dengan kolam dan beberapa karya patung. Air dalam kolam merupakan refleksi yang memungkinkan pengunjung untuk melihat pantulan lingkungan sekitar serta dilihat dan melihat dirinya sendiri.

float eyes 2

Art Jog merupakan agenda seni kontemporer yang diselenggarakan pada 19 Mei hingga 19 Juni 2017 di Jogja National Museum. Acara tahunan ini telah dihelat selama satu dekade sejak tahun 2008 dengan sebelumnya bernama Jogja Art Fair. Tema Art Jog kali ini mengangkat tema Changing Perspective dengan tujuan ingin mengubah sudut pandang individu-individu yang sebagian besar kini telah  menjadi profan. Untuk penyelenggaraannya  tahun ini, terpilih 59 seniman, baik melalui seniman undangan hingga seniman aplikasi, seperti, Agus Suwage, Angki Purbandono yang berkolaborasi dengan Nicholas Saputra, Farhan Siki, Garin Nugroho, Hendra “Blangkon”, Uji Hahan, Mark Justiniani, Kamila Andini feat. Ifa Isfansyah, dan lainnya.

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *