SOLO 24 JAM MENARI MENYEMAI RASA SEMESTA RAYA

Solo 24Dalam rangka Hari Tari Dunia yang jatuh pada 29 April, Institut Seni Indonesia Surakarta kembali menggelar Solo Menari 24 Jam. Acara yang diadakan sejak tahun 2007 telah menginjak usia ke-10. Hampir setiap tahun perayaan ini mendapat animo yang cukup tinggi dari masyarakat.

solo 24 4Festival Solo Menari diselenggarakan lebih dari 24 jam, dengan tema Menyemai Rasa, Semesta Raya. Acara berlangsung dari tanggal 28 – 30 April, dimulai pukul 15.30 WIB dari Gedung Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Surakarta. Lokasi festival tahunan ini terdapat di beberapa tempat, antara lain ISI Surakarta, Jalan Jendral Sudirman, Solo Square, Solo Paragon, dan Solo Grand Mall. “Awalnya, acara ini terbentuk dari festival jaringan lalu mengumpulkan relasi yang sudah ada, kemudian diketemukan menjadi satu dalam 24 jam menari. Acara ini setiap tahunnya masih akan berkembang, berbagai alternatif akan dicoba mulai dari perayaan di kota sampai suatu saat akan mencoba di kampung kampung.” kata ketua umum Solo 24 Jam Menari, Joko Asmoyo.

solo 24 2Sekitar kurang lebih 150 kelompok tari ikut memeriahkan pegelaran ini. Dalam acara tersebut, terdapat 2 orang penari yang membawakan tari selama 24 jam tanpa berhenti, yaitu Samsuri (Surakarta) dan Mudjo Setiyo (Jakarta). Sekitar 250 penari berpartisipasi dalam acara tahunan ini. Mulai dari anak-anak sampai seniman dari berbagai penjuru Indonesia. Keterlibatan anak-anak di festival ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit baru dalam melestarikan seni tradisi.

solo 24 3Ketua pagelaran Solo Menari 24 Jam dari ISI Surakarta, Eko Supendi mengatakan, “Terdapat berbagai rengkaian acara, tidak hanya penampilan tari tetapi ada juga seminar internasional dengan tema Menyemai Rasa, Semesta Raya. Selain itu, pameran Fotografi dari prodi Fotografi ISI Surakarta dan penerbitan buku mengenai Solo Menari 24 jam.”

solo 24 5Selama acara, pengunjung disuguhkan dengan berbagai jenis pertunjukan tari. Beragam tari-tarian hadir di festival tahunan Solo ini, mulai dari tarian tradisional sampai modern sehingga menarik minat wisatawan mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara.

 

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *