MENYUKAI BANGUNAN LAWAS

DENFARINO ENDO TERSIANO

“Arsitek adalah jiwa dan kebahagiaan hidup saya…”

MYMAGZ-EDISI-MEI-2016-22Berawal dari kegemarannya membuat prakarya miniatur dan juara lomba menggambar pada saat kecil mengantarkan Denfarino Endo Tersiano berkarya menjadi Arsitek. Saat ini, pria kelahiran Yogyakarta yang biasa dipanggil Endo ini sedang sibuk dengan studio arsitektur miliknya, Nuvosis ID yang berlokasi di Perumahan Dosen UGM. Beberapa proyek telah ia kerjakan bersama Nuvosis ID, salah satunya adalah merancang bangunan dan interior untuk Kunena Eatery, sebuah restoran yang terletak daerah Baciro, Yogyakarta.

Proyek apa saja yang telah anda kerjakan?

Sudah banyak tentunya proyek arsitektur dan interior yang saya kerjakan, antara lain, yang besar salah satunya adalah proyek arsitektur Kemanggisan Square di Jakarta. Sedangkan untuk proyek interior di Yogya yang pernah saya rancang antara lain, Jasmine Cakery, SBS Jewellery, Bake A Boo Cup Cake, Kunena Eatery, dan lainnya. Namun, karya masterpiece saya adalah Kunena Eatery karena saya juga mengerjakan arsitektur dan interior ruangan-ruangannya. Dengan Nuvosis ID anda memiliki beberapa karya yang diunggulkan, bisa anda jelaskan tentang tempat tersebut? Nuvosis adalah nama studio arsitektur milik saya. Meskipun kebanyakan orang mengenal saya sebagai arsitek dengan nama Denfarino Endo. Nuvosis, berasal dari kata NU yang memiliki arti baru. Dalam hal ini, arsitek selalu punya konsep baru dan fresh. Nama NU juga sama dengan awalan usaha kreatif saya yang lain, seperti NU lab, NU bike dan Nuv Living.

Bisa dijelaskan tentang konsep Kunena Eatery dari sudut pandang desain bangunan dan interiornya?

Pada segi bangunan, konsep Kunena mengacu dari analisa kawasan daerahnya yakni Baciro. Di wilayah tersebut banyak terdapat bangunan lawas dan heritage. Sedangkan dari interiornya merupakan pengembangan permintaan klien yang ingin menerapkan konsep warna biru dan berkesan homey untuk sebuah restoran.

Sebagai arsitek, bagaimana pandangan anda mengenai bangunan heritage di Yogyakarta?

Pengembangan bangunan heritage sudah sangat bagus di Yogyakarta. Program heritage building yang ada di UGM, tempat kuliah saya dulu, sangat membantu untuk mempertahankan bangunanbangunan heritage di Yogya. Menurut saya, bangunan lawas itu lebih melegenda dari pada desain bangunan modern. Bangunannya bisa long lasting dan bisa berdiri di zaman apa saja.

Bekerja di dunia kreatif, anda pasti memiliki panutan yang menginspirasi, siapa tokoh idola anda?

Tadao Ando dan Richard Meir, keduanya merupakan idola saya dari dunia arsitek. Mereka memiliki gaya bersih dan simpel tetapi detilnya kuat, sehingga punya ciri khas yang mantap. Zaha Hadid juga idola saya, ia memiliki konsep moderen dan teknologi desainnya sangat menginspirasi arsitektur dunia.

Apa tips untuk para generasi muda yang ingin menjadi arsitek?

Banyak jalan-jalan, selain itu, lakoni dunia arsitektur seperti layaknya gabungan seniman dan arsitek. Juga jangan semata mengharapkan uang yang banyak. Ini tips sederhana yang dapat membuat dirimu sebagai arsitek yang bahagia dan membanggakan, hehe.

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *