MENJADI CHEF HARUS BISA MENGATASI TEKANAN

ROBBY PUTRANTO

inspired-2Memulai karir di bidang perhotelan, pria kelahiran 3 Juni 1986 ini pernah bekerja di Macau dan menjadi Chef di sebuah restoran yang termasuk top 50 restoran di dunia bernama Mozaic. Saat ini kesehariannya disibukkan dengan mengelola restoran dan toko daging miliknya bernama Saffron Restaurant & Meatshop di Solo. Pengalamannya menekuni dunia perhotelan dan restoran kelas dunia memantapkan Chef Robby untuk mengembangkan bisnis franchise di bidang kuliner.

Bagaimana awal anda akhirnya terjun sebagai Chef?

Sebenarnya tidak sengaja. Mulanya, dulu saya kuliah ekonomi kemudian tidak cocok lalu saya tidak teruskan dan memutuskan untuk kuliah di bidang perhotelan. Saat sekolah perhotelen tersebut, ada bermacam-macam praktikum antara lain akuntansi, sales marketing, manajemen perhotelan, dan memasak. Nah, kebetulan saya merasa cocok di bagian cooking, awalnya di pastry, seiring berjalannya waktu ternyata lebih pas di makanan main course.

Apa pengalaman paling berkesan selama menjadi seorang Chef?

Paling berkesan adalah waktu saya menjadi Chef di Mozaic, Ubud, Bali. Mozaic merupakan top 50 restoran di dunia. Sebelum saya di Mozaic, kebetulan saya sudah bekerja di sebuah hotel di Macau selama 3 tahun. Kemudian saya ingin lebih banyak belajar tentang masakan sehingga saya harus bekerja di sebuah restoran, ternyata saya diterima di Mozaic. Menurut saya, saat itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena banyak sekali orang hebat dari Perancis, Selandia Baru, dan para Chef Indonesia lainnya yang sama istimewanya. Sewaktu bekerja dengan mereka, ilmu yang didapatkan adalah mengkolaborasikan masakan Perancis dengan tradisional Bali.

Menjadi seorang Chef tentu tidak mudah, menurut anda, karakter apa yang harus dimiliki oleh seorang chef?

Seorang Chef itu harus bisa mengatasi tekanan, karena saat pesanan makanan masuk dalam berbagai varian menu maka tekanan semakin tinggi dan menumpuk. Jika tidak dapat tenang maka bisa kacau dan gagal.

Indonesia kaya sekali dengan berbagai rempah dan olahan makanannya yang sangat lezat. Apa menu Indonesia yang sering Chef masak?

Kebetulan saya lebih kuat di menu Western, masakan Eropa, Portugis, dan Meksiko. Meskipun saya tidak terlalu mahir dalam memasak Indonesia, tentu saya juga pernah dan bisa memasak menu nusantara, salah satunya adalah sop buntut.

Menurut anda, bagaimana cara untuk melestarikan menu kuliner Indonesia agar selalu langgeng?

Kalau menurut saya, sering mengadakan expo atau pameran mengenai menu tradisional nusantara dan berbagai festival makanan daerah. Supaya semua orang tahu, terutama generasi muda bahwa kita memiliki beragam menu yang lezat.

Apa tips untuk pembaca dan generasi muda yang ingin menjadi seorang Chef?

Pertama, harus memiliki keinginan. Kedua harus bisa tahu fundamental atau dasar dalam memasak seperti jenis-jenis saus pada menu Western. Lalu harus mengetahui bagaimana cara memotong yang benar, hal-hal dasar itu, harus bisa dikuasai terlebih dulu. Setelah hal yang basic bisa kita kuasai kemudian dapat melangkah ke tujuan berikutnya. Semuanya harus melalui proses, tidak dapat instan. Intinya tidak ada kata terlambat untuk belajar. Bisa memulai dengan hal-hal kecil seperti browsing mencari tahu mengenai serba-serbi Chef atau menonton video di Youtube untuk belajar memasak.

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *