KAIN TENUN SEBAGAI WARISAN BUDAYA

SVASTI MANGGALIA

MYMAGZ-EDISI-MEI-2016-20“Bagi saya, makna menjadi fashion designer adalah tempat untuk menuangkan kreativitas dan melestarikan budaya…”

Muda, cantik, dan berbakat, Svasti Manggalia, perempuan kelahiran Yogyakarta ini mantap menjalankan usaha home and livingnya yang berlabel Svas Living. Lulusan UNSW dan ESMOD ini memulai karirnya di dunia entertainment sebagai stylist.“Selama 4 tahun saya jadi stylist untuk penyanyi. Memilih, merancang, dan membuat kostum panggung mereka untuk video klip dan iklan TV,” jelas Svasti.

Awalnya, setelah selesai sekolah, perempuan penyuka kucing ini ingin menciptakan brand sendiri.“Aku sempat tinggal di Bali, kerja di Italian fashion label, namanya Biasa. Di sana, saya belajar bagaimana menjalankan fashion label yang ready to-wear. Lalu setelah itu pulang ke Yogya pingin punya brand sendiri,” tambah Svasti. Keinginan tersebut kemudian diwujudkan setelah berdiskusi bersama ibunya. Ia memilih tenun sebagai material utama produk utama Svas Living.

Menurutnya tenun merupakan warisan yang wajib untuk dilestarikan. Berawal dari workshop tenun milik neneknya yang lama tidak terpakai, menggugah kemauannya untuk membangun kembali bengkel tenunnya.

Berbekal warisan workshop tersebut, mencari pengrajin menjadi agenda rutinnya. Berkurangnya minat masyarakat terhadap tenun menjadikan area ini minim pengrajin tenun.

Svas Living fokus terhadap kebutuhan hunian, “saat ini, produk-produk Svas Living masih seputar ruang tidur, seperti sleep wear, sandal tidur, rug atau karpet, piyama, dan lainnya untuk kamar,” tutur perempuan berparas ayu ini. Selain memasarkan melalui pameran, website, dan media sosial, Svas Living juga tersedia di beberapa toko di Jakarta dan Bali.

Untuk rencana selanjutnya, Svas Living akan terus mengembangkan produk-produk untuk melengkapi kebutuhan hunian. Baginya, tenun merupakan warisan yang harus dikembangkan.“Harapannya Yogya tidak hanya dikenal dengan batik saja, tetapi juga tenunnya, karena seperti Klaten, Jepara memiliki tenun yang dikenal oleh
masyarakat luas. Ingin sekali bisa ikut menjadi bagian untuk memajukan potensi tenun lokal,” tutur penyuka designer Alexander Wang ini menutup obrolan

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *