JOVAN BLADE LIBATKAN PASSION DALAM MENGGELUTI PROFESI

jovan-blade

jovan-blade

Beragam jenis aliran musik dan profesi di dunia hiburan musik seperti DJ mulai digemari banyak orang. Mencintai pekerjaan dengan melibatkan passion adalah salah satu hal penting bagi Jovan, salah satu DJ professional Yogya.

Bagaimana awal mula memilih DJ menjadi profesi?

Awalnya belum tahu apa itu DJ, dulu cita-cita awalnya sebenarnya ingin jadi anak band. Apalagi waktu itu sekitar tahun 80an belum banyak jenis musik masuk ke Indonesia seperti sekarang. Jaman saya dulu paling band-band rock seperti Bon Jovi saja yang banyak diminati. Sampai akhirnya tahun 86an, era DJ mulai dikenal di Indonesia, iseng mencoba mobile disco waktu kelas 3 SMP tahun 1990an dan akhirnya mulai aktif mengisi acara di hotel dan acara-acara kecil seperti sweet seventeen. Belum bermain secara professional saat itu dan akhirnya tahun 1992, saya memutuskan untuk belajar sekolah DJ di Yogya.

 

Apa yang menjadi daya tarik dari profesi ini bagi anda?

Kesan saya pertama kali mengenal profesi DJ saat itu adalah eksklusif dan terkesan mahal. Bisa menghibur orang, menghidupkan suasana saat party dengan musik-musik yang dimainkan secara nonstop membuat saya tertarik untuk mencoba profesi ini.

 

Pandangan terhadap profesi ini sendiri bagaimana?

Semakin ke sini pekerjaan DJ tidak bisa dipandang sebelah mata. Sekarang sekolah-sekolah DJ jauh lebih banyak dan fasilitasnya juga sudah lengkap. Sekarang profesi DJ bisa dibilang Lebih menjanjikan daripada dulu.

 

Kepuasan apa yang didapat ketika di atas panggung?

Kepuasan yang saya dapat adalah bisa menghibur orang dengan musik yang kita bawakan, hampir sama seperti ketika orang lain bermusik pada umumnya. Terlebih karena memang dijalani dengan passion, jadinya ketika saya bermusik ya pekerjaan yang saya lakukan itu datangnya dari hati, bukan karena ikut tren atau orang lain. Passion itulah yang akhirnya membedakan antara seniman dan pekerja seni.

 

Jenis musik atau aliran musik seperti apa yang sering dibawakan?

Kalau jenis musik lebih ke underground, progressive atau techno. Kebanyakan sekarang DJ membawakan lagu-lagu pop komersial, tetapi saya murni ke electronica music, jadi lagu-lagunya bukan jenis lagu komersial dan lebih kepada musik yang hanya bisa didengarkan di club saja.

 

Apa saja prestasi dan penghargaan dari profesi ini yang telah berhasil diraih?

Bicara prestasi dan penghargaan bisa dibilang sudah cukup banyak, seperti pada tahun 1994 saya meraih juara DJ se Jawa-Bali, kemudian tahun 1995 meraih juara 3 di Festival DJ se-Indonesia. Yang terakhir itu tahun 2010 saya mendapat gelar Best Techno DJ of The Year dan Best Yogya DJ of The Year.

 

Adakah saran atau pesan bagi DJ pemula?

Semoga setiap orang yang berniat untuk menggeluti profesi ini bisa lebih serius dan harus semakin serius dari waktu ke waktu. Intinya adalah mendalami dengan passion yang datangnya dari hati. Apapun pekerjaannya kita harus mencintai dulu pekerjaan itu.

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *