Ikonografi Wacinwa

Ikonografi merupakan cabang sejarah seni yang mempelajari identifikasi, deskripsi, arca, gambar, termasuk boneka Wayang. Dalam ikonografi Wacinwa terdapat dua unsur budaya Cina dan Jawa yang menyatu dalam setiap tokoh Wacinwa. Terdapat sedikit pengaruh Wacinwa dengan Wayang kulit Cina (Pi Ying Xi) dan Wayang kulit Purwa. Gan Twan Sing ketika menciptakan Wacinwa terinspirasi oleh Ping Ying Xi karena terdapat kemiripan antara keduanya.

Wacinwa diciptakan untuk mempergelarkan epos Sie Jin Kwi, karya sastra jaman DinastiTang (618 – 907) dengan ikonografi wayangnya yang lebih dekat pada nasa Dinasti Ming (1386 – 1644). Hal ini dapat dilihat dari kesamaan foto tentara masa Dinasti Ming dengan tokoh Wacinwa. Tokoh-tokoh Wacinwa terdiri dari dewa-dewi, siluman, pendeta, raja, permaisuri, bangsawan, kasim, para pembantu, perampok, mentri, binatang (macan, singa, naga, kuda), dayang, dan gunungan. Wacinwa memiliki rata-rata tinggi wayang antara 60 – 70 cm dengan penampilan yang lebih berwarna. Seperti beberapa tokohnya antara lain, Cin Hoai Giok anak perempuan dari Chin Syok Po, Kay Sou Bun, seorang jendral perang Ko Le Kok dan musuh utama Sie Jie Kwi, Sa Po Tong, jendral perang Ko Le Kok yang kejam.

Liau Ong Ko

Liau Ong Ko

Liau Liong

Liau Liong

Liau How

Liau How

Kay Sou Bun

Kay Sou Bun

Kay Hyan Bok

Kay Hyan Bok
Kay Hyan Tian

Kay Hyan Tian

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *